Performa Solskjaer Turun Setelah Menjadi Manajer Permanen Man United

Ratubola88.com – Manchester united sudah mengalami 4 kekalahan dari 6 laga. Sungguh tidak disangka, kalau performa Solskjaer turun setelah menjadi manajer permanen Man United.

Sang super-sub yang diangkat pada 28 Maret 2019 itu mengalami kekalahan terakhirnya disaat melawan Everton. Kekalahan itu membuat tim asuhannya gagal bersaing dengan 3 klub lain dalam persaingan menuju Liga Champions pada akhir pekan ketiga pada April 2019.

Posisi Solskjaer pun akhirnya disorot. Pengganti Jose Mourinho itu gagal mempertahankan performa Paul Pogba dan rekan-rekannya.

Mantan Penyerang dari Manchester United itu sempat membawa angin segar bagi para pendukung The Red Devils ketika dirinya masih berstatus sebagai pelatih pengganti sementara. Datang setelah Manchester United takluk dari Liverpool, Solskjaer menghadirkan serentetan kemenangan demi kemenangan secara beruntun.

Kemenangan 5-1 atas Cardiff City menjadi laga perdana Solskjaer sebagai manajer. Setelah kemenangan atas Cardiff, Man United lantas meraih 7 kemenangan tanpa putus. Bahkan pemilik 20 gelar Liga Inggris itu mampu mengalahkan Tottenham, Arsenal, dan Chelsea.

Jebloknya Solskjaer

Solskjaer merasakan kekalahan perdananya sebagai pelatih pengganti di ajang Liga Champions ketika Man United takluk 0-2 dari Paris Saint-Germain di Stadium Old Trafford.

Namun dari kekalahan itu Solskjaer mampu balas dengan manis. Ketika Manchester United datang ke markas PSG, pertandingan itu pun berakhir dengan skor telak 3-1.

Usai kemengan atas juara dari Prancis itu, The Red Devils kembali mengalami kekalahan dari Arsenal di ajang Liga Inggris.  Tim setan merah itu juga takluk dari Wolverhampton Wanderers di Piala FA.

Dua kekalahan beruntun tidak menyurutkan gelombang dukungan pengangkatan Solskjaer sebagai Manajer Permanen di Man United.

Usai mendapat kontrak tiga tahun sebagai manajer permanen, Solskjaer lantas membawa Man United menang 2-1 atas Watford. Setelah itu klub yang pernah merajai Liga Inggris di era 1990-an itu mengalami kekalahan dari Wolverhampton di Liga Inggris dan dari Barcelona di Liga Champions.

Sempat bangkit dengan kemenangan susah payah 2-1 atas West Ham United, kekalahan dengan skor-skor telak menjadi hasil akhir dalam dua laga terakhir Solskjaer.  Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 0-3 dari Barcelona dan 0-4 dari Everton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *